Senin, 26 Februari 2018

Hijrah is Never Flat


"Hijrah itu berat. Kamu nggak akan sanggup sendirian, biar kita bareng aja." – Fulan 1990 –

Hijrah itu berat tentang niat, niat seorang pendosa yang menginginkan ampunan dan Rahmat-Nya, dan berharap Allah subhanahu wa ta'ala menerima taubatnya.

Hijrah itu berat tentang konsisten, konsisten dengan apa yang telah diikrarkan kepada sang pencipta. Konsisten untuk membunuh dosa – dosa yang pernah dilakukan di masa jahiliyah, agar tak akan pernah terulang kembali.

Hijrah itu tentang bertahan, bertahan untuk selalu sabar dan ikhlas disaat dunia mulai menjauhi, saat teman mulai mengkhianati, saat keluarga tak sepenuhnya mendukung, saat menjadi terasingkan di masyarakat, dan di saat rasa lelah mulai menghampiri.

Hijrah itu tentang istiqomah, istiqomah dengan keputusan besar yang telah kita ambil, istiqomah agar rasa lelah ini berubah menjadi lillah, istiqomah agar rasa sakit ini berubah menjadi sebuah semangat, istiqomah agar iman ini tak naik turun, istiqomah agar rasa sabar ini akan berubah menjadi indah, istiqomah agar hati ini terus bertahan berada di jalan yang di ridhoi-Nya.

Saat engkau sedang memilih untuk berjalan menuju jalan yang lebih baik, maka sudah tentu yang namanya rintangan akan selalu mengahadang didepan mata, Karena yang engkau cari dan yang engkau kejar adalah jalan menuju Syurga, dan perlu kamu tahu bahwa jalan Syurga tentunya tak dapat diraih hanya dengan asa dan semangat yang setengah-setengah, maka istiqamahlah saat kau telah memilih untuk kembali kepada jalan Allah, meski hal itu sangatlah membelenggu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar