Jumat, 17 Februari 2017

Semua Balasan dan Pahala adalah dari Allah swt

Allah swt tidak akan menarik suatu kenikmatan melainkan Dia akan menggantikannya dengan yang lebih baik. Tentunya, hal ini kita dapat bersabar dan selalu mengharap balasan pahala dari Allah swt.
Rasulullah saw bersabda ;
"Barangsiapa Aku (Allah swt) cabut penglihatan kedua matanya, lalu dia bersabar, maka Aku akan menggantikannya dengan balasan syurga."
Barangsiapa kehilangan anaknya dan dia bersabar,
maka Allah akan membina rumah yang dinamakan
dengan rumah Al Hamd di dalam syurga.
Janganlah pernah mengeluh terhadap satu musibah, sebab apabila satu musibah menimpa
seseorang maka Allah akan memberikan pahala, pengganti dan ganjaran yang melimpah disisi Allah swt.
Allah swt berfirman ;
"(Sambil mengucapkan) Salamun 'alaikum bima
shabartum. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu." (QS 13 : 24)
Maka berbahagialah kepada orang yang dilanda musibah dah tahniah kepada mereka yang di timpa bala bencana.
Usia dunia ini sangatlah pendek dan perbendaharaannya sedikit. Sementara akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Siapa yang mengalami kesusahan di alam dunia, maka dia akan menjalani hidup tentram di alam akhirat.
Apasaja yang terdapat di sisi Allah swt adalah lebih
baik, kekal, bahagia,mulia agung dan lebih
terhormat.
Sumber :
khamsata wa 'isyruuna sababan lis-sa'adah -
Dr. 'Aidh bin Abdullah Al Qarny

Senin, 13 Februari 2017

Merayakan Hari Saint Valentine itu Haram bagi Ummat Islam

Posted by Setiawan

Saat ini mulai banyak Muslim Indonesia (terutama
remaja dan pemudanya) yang merayakan Hari “Kasih
Sayang” Saint Valentine (Valentine’s Day). Dengan
pacarnya mereka berpegangan mesra bahkan lebih dari
itu. Di Barat sendiri, kaum remaja dan pemuda kafir
(misalnya SMA atau Perguruan Tinggi) biasa
mengadakan Pesta Perayaan Hari St Valentine.
Biasanya mereka berpasangan pria dan wanita. Kadang
ada kamar khusus untuk berzinah. Bisa juga mereka
melakukan perzinahan usai pesta Valentine tersebut.

Dari situ kita tahu bahwa Hari St Valentine itu lebih
kepada hawa nafsu atau maksiat perzinahan. Bukan
kasih sayang! Itu satu budaya kafir yang buruk yang
tidak pantas ditiru!

Islam mengajarkan kita untuk menjalin Silaturrahim.
Tali Kasih Sayang. Membantu sesama seperti
menolong fakir miskin dan menyantuni anak yatim.
Dan itu dilakukan setiap hari mulai dari
mengucapkan salam kepada sesama saat bertemu
dan menebar senyum. Tak terbatas kepada wanita
pasangannya. Dalam Islam kita dilarang mendekati
perbuatan zina.

Sementara Hari Raya Saint Valentine itu cuma
setahun sekali. Itu pun umumnya ke pacarnya/
pasangannya yang mengarah pada perbuatan
mesum/zinah. Jika sudah hamil, “kekasih” bisa tak
bertanggung-jawab. Bisa menggugurkan/membunuh
kandungan. Ada juga gadis yang bunuh diri karena
tak dinikahi padahal terlanjur hamil. Ada pula yg
membunuh pacarnya karena tak mau menikahi saat
didesak.

Dalam Islam ada ajaran Silaturrahim/menjalin tali
kasih sayang yang tulus. Namun dilarang mendekati
zinah sehingga kasih itu benar2 tulus. Bukan
nafsu…Jadi beda dengan ajaran Islam.
Seorang teman berkata: Daripada Palentinan
mendingan Pengantenan (Menikah)!
Merayakan Valentine itu Haram karena Mendekati
Perzinahan/Berzinah

Dengan merayakan Valentine bersama pacar yang
bukan muhrimnya, itu sama dengan mendekati zina:
ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻘْﺮَﺑُﻮﺍ ﺍﻟﺰِّﻧَﺎ ﺇِﻧَّﻪُ ﻛَﺎﻥَ ﻓَﺎﺣِﺸَﺔً ﻭَﺳَﺎﺀَ ﺳَﺒِﻴﻠًﺎ
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya
zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu
jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’ [17]: 32)

Jangankan berzinah, sekedar menyentuh atau
berpegangan tangan dengan wanita yang bukan
muhrimnya saja siksanya melebihi daripada ditusuk
dengan jarum besi kepalanya:
“Seorang ditusuk kepalanya dengan jarum dari besi
adalah lebih baik ketimbang menyentuh wanita yang
tidak halal baginya.” (HR. Ath-Thabarani, no. 16880,
16881)

Dari Hidayatullah.com:
Kalangan ulama Aceh menyatakan “haram”
merayakan Hari Valentine, khususnya untuk
masyarakat muslim di provinsi itu.
“Haram bagi kaum muslimin merayakan valentine
day karena Islam mengaktualisasikan hari kasih
sayang tidak hanya sekali dalam setahun, tapi
setiap detik dan waktu sepanjang kehidupan,” kata
Tgk Faisal Ali di Banda Aceh, Kamis (10/2).
Hal senada disampaikan Ketua Majelis Ulama
Indonesia (MUI) Kota Dumai, Riau, Roza`i Akbar. Ia
menegaskan, perayaan Hari Valentine (Valentine`s
Day) pada 14 Februari adalah haram bagi umat
Islam.
“Hari Valentine adalah sebuah hari kasih sayang
bagi warga di dunia Barat di luar agama Islam.
Dilihat dari asal muasalnya, diketahui bahwa
Valentine merupakan hari raya bagi kaum non-Islam
di Roma, Italia. Untuk itu, Valentine haram bagi
mereka yang beragama Islam,” tegasnya.


, Saint Valentine sendiri tidak jelas
asal-usulnya. Ada 3 oknum yang diduga merupakan
Saint Valentine yang “Asli”:
* Seorang Pendeta di Roma
* Seorang Uskup di Interamna (modern Terni), atau
* Seorang “Syuhada di Propinsi Roma di Afrika
Tanggal perayaannya pun sebelumnya berbeda-
beda. Ada yang tanggal 6 Juli, 30 Juli, dan terakhir
14 Februari!
Sejarah Valentine pun tidak jelas. Paling tidak ada
beberapa versi. Pertama berdasarkan Nuremberg
Chronicle (1493) menyatakan seorang Pendeta
Roma mati “Syahid” saat pemerintahan Claudius II
(Claudius Gothicus). Dia dihukum mati karena
menikahkan pasangan Kristen. Tahun kematiannya
pun tak jelas. Ada yang menyatakan tahun 269, 279,
dan 273 masehi.
Alban Butler dan Francis Douce menyatakan bahwa
Hari Valentine dibuat untuk menggantikan hari raya
kaum Romawi: Lupercalia untuk merayakan Dewi
Juno sang pensuci
Banyak legenda Valentine dibuat di abad ke 14 di
Inggris oleh Geoffrey Chaucer dan teman-temannya.
Perayaan Hari Saint Valentine itu haram dengan
dalil:
Mengikuti/Membebek Budaya Kaum Kafir yang
Penuh Maksiat:
ﻣَﻦْ ﺗَﺸَﺒَّﻪَ ﺑِﻘَﻮْﻡٍ ﻓَﻬُﻮَ ﻣِﻨْﻬُﻢْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka
dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan
Abu Dawud.
“Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia
termasuk dari kaum tersebut.” (HR At-Tirmizi).
Artinya jika kita mengikuti budaya kaum kafir yang
negatif tersebut, maka kita termasuk kaum kafir
yang layak dimasukkan ke neraka.
Merayakan Saint Valentine berarti mencintai Saint
Valentine. Maka di akhirat akan berkumpul bersama
Saint Valentine padahal menurut Islam, kaum
Kristen yang mempertuhankan Nabi Isa adalah kafir
dan masuk neraka:
ﻓَﻤَﺎ ﻓَﺮِﺣْﻨَﺎ ﺑِﺸَﻰْﺀٍ ﻓَﺮَﺣَﻨَﺎ ﺑِﻘَﻮْﻝِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰِّ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ
– ‏« ﺃَﻧْﺖَ ﻣَﻊَ ﻣَﻦْ ﺃَﺣْﺒَﺒْﺖَ ‏» . ﻗَﺎﻝَ ﺃَﻧَﺲٌ ﻓَﺄَﻧَﺎ ﺃُﺣِﺐُّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰَّ –
ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻭَﺃَﺑَﺎ ﺑَﻜْﺮٍ ﻭَﻋُﻤَﺮَ ، ﻭَﺃَﺭْﺟُﻮ ﺃَﻥْ ﺃَﻛُﻮﻥَ
ﻣَﻌَﻬُﻢْ ﺑِﺤُﺒِّﻰ ﺇِﻳَّﺎﻫُﻢْ ، ﻭَﺇِﻥْ ﻟَﻢْ ﺃَﻋْﻤَﻞْ ﺑِﻤِﺜْﻞِ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻬِﻢْ
“Kami tidaklah pernah merasa gembira
sebagaimana rasa gembira kami ketika mendengar
sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: Anta ma’a
man ahbabta (Engkau akan bersama dengan orang
yang engkau cintai).”
Anas pun mengatakan,
ﻓَﺄَﻧَﺎ ﺃُﺣِﺐُّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰَّ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻭَﺃَﺑَﺎ ﺑَﻜْﺮٍ ﻭَﻋُﻤَﺮَ ،
ﻭَﺃَﺭْﺟُﻮ ﺃَﻥْ ﺃَﻛُﻮﻥَ ﻣَﻌَﻬُﻢْ ﺑِﺤُﺒِّﻰ ﺇِﻳَّﺎﻫُﻢْ ، ﻭَﺇِﻥْ ﻟَﻢْ ﺃَﻋْﻤَﻞْ ﺑِﻤِﺜْﻞِ
ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻬِﻢْ
“Kalau begitu aku mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi
wa sallam, Abu Bakar, dan ‘Umar. Aku berharap
bisa bersama dengan mereka karena kecintaanku
pada mereka, walaupun aku tidak bisa beramal
seperti amalan mereka.”
Kalau orang Kristen merayakan hari Valentine, itu
wajar. Mereka merayakan hari kematian pendeta
mereka.
Tapi kalau ada orang Islam yang merayakan hari
Valentine, otaknya ditaruh ke mana? Bisa pinteran
sedikit tidak? Kok merayakan hari kematian pendeta
Kristen?
Dengan mengikuti kaum kafir, maka kita sudah
menganggap mereka sebagai pemimpin kita.
Padahal itu dilarang:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu
mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi
pemimpin-pemimpinmu; sebagian mereka adalah
pemimpin bagi sebagian yang lain. Barang siapa di
antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin,
maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan
mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi
petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. Al-
Maidah: 51).
Dari Abu Sa‘id Al Khudri, ia berkata: “Rasululah
bersabda: ‘Sungguh kalian akan mengikuti jejak
umat-umat sebelum kalian, sejengkal demi
sejengkal, sehingga kalau mereka masuk ke dalam
lubang biawak, niscaya kalianpun akan masuk ke
dalamnya.’ Mereka (para sahabat) bertanya: ‘Wahai
Rasulullah, apakah kaum Yahudi dan Narsani?’
Sabda beliau: “Siapa lagi.” (HR. Bukhari dan
Muslim)
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang
kepada kamu hingga kamu mengikuti agama
mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah
itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika
kamu mengikuti kemauan mereka setelah
pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak
lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. ” [Al
Baqarah 120]

Referensi : 

Minggu, 12 Februari 2017

Muslim Pro: Azan, Quran, Qibla 6.5.4 (APK)

Update Terbaru: Feb 11, 2016
Ukuran File: 24,37 MB
Operating System: Android
(APK)
License: Free (Gratis)
Developer: Muslim
Installer Type: Offline Installer
by : Setiawan

Guna meningkatkan iman dan takwa,
tak ada salahnya rasanya untuk
mengunduh aplikasi Android Muslim
Pro: Azan, Quran, Qibla. Aplikasi yang
dirilis oleh developer Muslim ini
mencoba memberikan fitur islami
untuk para umat muslim. Dimana
umat muslim bisa memaca Al-Qur’an
dimanapun dan kapanpun hanya
lewat smartphone. Tak hanya itu, ada
beberapa doa yang bisa didengarkan
dengan bahasa berbeda dari aplikasi
tersebut, hanya dari smartphone yang
berada di genggaman tangan Anda.

Bagi Anda yang senang traveling ke
luar negeri, tak perlu khawatir. Sebab
aplikasi Muslim Pro: Azan, Quran,
Qibla akan mengingatkan waktu shalat
5 waktu melalui fitur pemberitahuan
shalat. Di samping itu, Anda pun bisa
mendapatkan informasi terkait
restoran halal yang berada di sekitar
Anda. Tak salah bila akhirnya aplikasi
ini sangatlah layak untuk Anda unduh
ke dalam smartphone kesayangan.
Sebab Anda pun bisa melafalkan 99
nama Allah atau Asmaul Husna serta
cerita-cerita nabi Muhammad yang
menggugah jiwa.

Fitur unggulan dari aplikasi ini sendiri
sebenarnya adalah kalender shalat
yang sangat update. Hal lainnya yang
patut Anda catat adalah arah kompas
yang akan menunjukkan Mekkah dari
posisi Anda berada. Sehingga Anda tak
perlu khawatir akan kebingungan
ketika hendak menentukan arah kiblat
sebelum melaksanakan shalat. Selain
fitur-fitur menarik yang telah
disebutkan sebelumnya, memang
pantas rasanya aplikasi ini dijadikan
sebagai aplikasi wajib yang pantas
diinstal dalam setiap smartphone
kaum muslim di seluruh dunia.

Download Link :
Server 1

Server 2 (Via playstore)

Thanks to : downloadkilat.com

Aplikasi Salaam, Ada Quran, Waktu Sholat dan Konten Islami

Salaam adalah Aplikasi Islam yang dikembangkan
oleh Samsung Electronic Indonesia sejak tahun
2013. Salaam menggunakan Al-Qur'an versi digital
yang telah mendapat surat tanda tahsih dari Lajnah
Pentahsihan Al-Qur'an Kementerian Agama
Republik Indonesia. SALAAM juga menyediakan
Pengingat Waktu Sholat dan konten-konten Islami
lainnya yang akan tampil secara kontekstual sesuai
dengan Al-Qur'an dan Hadits.
Salaam adalah aplikasi yang menyediakan Al-
Qur'an digital yang telah mendapat sertifikasi surat
tanda tahsih Kementerian Agama Republik
Indonesia. Tapi harap diingat, untuk mendapatkan
setiap surat dalam aplikasi ini Anda harus
mendownload terlebih dahulu. Tapi tergantung dari
versi aplikasi yang anda miliki, beberapa surah
sudah termasuk dengan aplikasi dasar Salaam.
Surah lain dapat di download melalui Salaam. Anda
dapat juga mendownload audio oleh Sheikh
Mishary Rashid Al-Afasy untuk setiap surah.
Dikarenakan ukuran file yang dapat menjadi cukup
besar, pastikan kapasitas memory smartphone
anda cukup.
Salaam menyediakan Jadwal Waktu Sholat (Subuh,
Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya) dan tambahan waktu
Imsyak dan Syuruq (Terbit). Jadwal sholat
disesuaikan dengan lokasi pengguna. Terdapat
pilihan notifikasi, suara adzan, dan "Widget" di layar
utama untuk menghitung mundur waktu sholat
berikutnya. Bahkan, buat yang ingin mengetahui
arah kiblat Salaam menyediakan layanan Arah
Kiblat. Secara otomatis jarum kompas akan
mencari Kiblat Ka'bah di Mekkah, Arab Saudi,
dengan menggunakan fasilitas sensor kompas
yang terdapat dalam device android pengguna.
Jauhkan benda logam dan medan magnet karena
dapat mengganggu kinerja kompas.
Meski dikembangkan oleh Samsung, namun
aplikasi Salaam bisa diinstal di ponsel Android
berbagai merek. Aplikasi ini terjamin dan
merupakan satu dari sekian banyak aplikasi islami
yang terjamin keabsahannya dan bisa
dipertanggungjawabkan. Silahkan download secara
gratis di link berikut ini:

DOWNLOAD

Jumat, 03 Februari 2017

Sebelum Meninggal Dia Mengatakan, “Aku Mencium Bau Surga!”

Rasulullah Salallahu’alaihi wassalam bersabda,
“Ada tujuh golongan orang yang akan mendapat
naungan Allah pada hari tiada naungan selain dari
naunganNya…di antaranya, seorang pemuda yang
tumbuh dalam melakukan ketaatan kepada Allah.”
Dalam sebuah hadits shahih dari Anas bin an-Nadhr
RA, ketika perang Uhud ia berkata, “Wah…angin
surga, sungguh aku telah mecium bau surga yang
berasal dari balik gunung Uhud.”
Seorang Doktor bercerita kepadaku, “Pihak rumah
sakit menghubungiku dan memberitahukan bahwa
ada seorang pasien dalam keadaan kritis sedang
dirawat. Ketika aku sampai, ternyata pasien tersebut
adalah seorang pemuda yang sudah meninggal -
semoga Allah merahmatinya-. Lantas bagaimana
detail kisah wafatnya. Setiap hari puluhan bahkan
ribuan orang meninggal. Namun bagaimana
keadaan mereka ketika wafat? Dan bagaimana pula
dengan akhir hidupnya?
Pemuda ini terkena peluru nyasar, dengan segera
kedua orang tuanya -semoga Allah membalas
kebaikan mereka- melarikannya ke rumah sakit
militer di Riyadh. Di tengah perjalanan, pemuda itu
menoleh kepada ibu bapaknya dan sempat
berbicara. Tetapi apa yang ia katakan? Apakah ia
menjerit dan mengerang sakit? Atau menyuruh agar
segera sampai ke rumah sakit? Ataukah ia marah
dan jengkel? Atau apa?
Orang tuanya mengisahkan bahwa anaknya tersebut
mengatakan kepada mereka, ‘Jangan khawatir! Saya
akan meninggal… tenanglah… sesungguhnya aku
mencium bau surga.!’ Tidak hanya sampai di sini
saja, bahkan ia mengulang-ulang kalimat tersebut di
hadapan pada dokter yang sedang merawat.
Meskipun mereka berusaha berulang-ulang untuk
menyelamatkannya, ia berkata kepada mereka,
‘Wahai saudara-saudara, aku akan mati, jangan
kalian menyusahkan diri sendiri… karena sekarang
aku mencium bau surga.’
Kemudian ia meminta kedua orang tuanya agar
mendekat lalu mencium keduanya dan meminta
maaf atas segala kesalahannya. Kemudian ia
mengucapkan salam kepada saudara-saudaranya
dan mengucapkan dua kalimat syahadat, ‘Asyhadu
alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar
rasulullah. ‘ Ruhnya melayang kepada Sang
Pencipta Subhanallahu wa Ta’ala.
Allahu Akbar… apa yang harus kukatakan dan apa
yang harus aku komentari… semua kalimat tidak
mampu terucap… dan pena telah kering di tangan…
aku tidak kuasa kecuali hanya mengulang dan
mengingat Firman Allah Subhanallahu wa Ta’ala,
‘Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman
dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di
dunia dan di akhirat.’ (Ibrahim: 27).
Tidak ada yang perlu dikomentari lagi.”
Ia melanjutkan kisahnya,
“Mereka membawanya untuk dimandikan. Maka ia
dimandikan oleh saudara Dhiya’ di tempat
memandikan mayat yang ada di rumah sakit
tersebut. Petugas itu melihat beberapa keanehan
yang terakhir. Sebagaimana yang telah ia ceritakan
sesudah shalat Maghrib pada hari yang sama.
I. Ia melihat dahinya berkeringat. Dalam sebuah
hadits shahih Rasulullah Salallahu’alaihi wassalam
bersabda, “Sesungguhnya seorang mukmin
meninggal dengan dahi berkeringat.” Ini merupakan
tanda-tanda Husnul Khatimah .
II. Ia katakan tangan jenazahnya lunak demikian
juga pada persendiannya seakan-akan dia belum
mati. Masih mempunyai panas badan yang belum
pernah ia jumpai sebelumnya semenjak ia bertugas
memandikan mayat. Padahal tubuh orang yang
sudah meninggal itu dingin, kering dan kaku.
III. Telapak tangan kanannya seperti seorang yang
membaca tasyahud yang mengacungkan jari
telunjuknya mengisyaratkan ketauhidan dan
persaksiaannya, sementara jari-jari yang lain ia
genggam.
Subhanallah… sungguh indah kematian seperti ini.
Kita bermohon semoga Allah menganugrahkan kita
Husnul Khatimah .
Saudara-saudara tercinta… kisah belum selesai…
Saudara Dhiya’ bertanya kepada salah seorang
pamannya, apa yang ia lakukan semasa hidupnya?
Tahukah anda apa jawabannya?
Apakah anda kira ia menghabiskan malamnya
dengan berjalan-jalan di jalan raya? Atau duduk di
depan televisi untuk menyaksikan hal-hal yang ter-
larang? Atau ia tidur pulas hingga terluput
mengerjakan shalat? Atau sedang meneguk khamr,
narkoba dan rokok? Menurut anda apa yang telah ia
kerjakan? Mengapa ia dapatkan Husnul Khatimah
yang aku yakin bahwa saudara pembaca pun
mengidam-idamkannya; meninggal dengan mencium
bau surga.
Ayahnya berkata,
‘Ia selalu bangun dan melaksanakan shalat malam
sesanggupnya. Ia juga membangunkan keluarga dan
seisi rumah agar dapat melaksanakan shalat Shubuh
berjamaah. Ia gemar menghafal al-Qur’an dan
termasuk salah seorang siswa yang berprestasi di
SMU’.”
Aku katakan, “Maha benar Allah yang berfirman,
‘Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Rabb
kami ialah Allah’ kemudian mereka meneguhkan
pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada
mereka (dengan mengatakan), ‘Janganlah kamu
merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih dan
bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga
yang telah dijanjikan Allah kepadamu” Kamilah
Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan
di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang
kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya
apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu)
dari (Rabb) Yang Maha Pengam-pun lagi Maha
Penyayang.’ (Fushshilat: 30-32).”
(SUMBER: SERIAL KISAH TELADAN KARYA
MUHAMMAD BIN SHALIH AL-QAHTHANI, PENERBIT
DARUL HAQ, TELP.021-4701616 sebagai yang
dinukil dari Qishash wa ‘Ibar karya Doktor Khalid al-
Jabir)
alsofwah.or.id

Jodoh Tak Akan Kemana, Memetik Hikmah Dari Kisah Cinta Yusuf AS dan Zulaikha…

Jodoh tak akan kemana, mungkin istilah ini
sudah tak asing lagi bagi kita semua. Jika
kita melihat keluar, sangat banyak sekali
orang yang sudah saling mencintai (baca :
pacaran ) dalam jangka waktu yang lama
namun pada akhirnya gagal menikah
padahal sudah saling berjanji, saling
membangun komitmen dan orang tuapun
sudah saling kenal. Namun disisi lain tak
sedikit juga yang awalnya tidak saling
mengenal namun Allah pertemukan dalam
ikatan suci pernikahan, ya mereka berjodoh.
Jodoh tak akan kemana, kalau memang
bukan jodohnya apapun dan bagaimanapun
mengusahakannya Allah selalu punya cara
yang indah untuk tidak mempertemukannya.
Begitu pula sebaliknya, jika memang sudah
berjodoh bagaimanapun jauhnya jarak, tak
mengenal sekalipun Allah juga selalu punya
cara yang indah untuk mempertemukannya.
Jodoh tak akan kemana, ada kisah menarik
yang diabadikan dalam Al-quran yaitu dari
kisah Nabi Yusuf AS. Kita akan memetik
hikmah dari satu episode kehidupan
Nabiyullah Yusuf AS ini yaitu kehidupan
percintaannya.
****
Saat ketaatan pada Allah selalu menjadi
landasan dalam mencinta
“Dan wanita (zulaikha) yang yusuf
tinggal di rumahnya menggoda Yusuf
untuk menundukkan dirinya (kepadanya)
dan dia menutup pintu-pintu, seraya
berkata ‘Marilah kesini, ‘Yusuf berkata,
‘Aku berlindung kepada Allah, sungguh
tuanku telah memperlakukan aku
dengan baik, Sesungguhnya orang –
orang zalim tiada akan
beruntung.” (Q.S : Yusuf : 30)
Yusuf AS, adalah seorang pemuda yang
dikenal sejarah sebagai laki-laki yang
sangat tampan hingga ketampanannya ini
begitu mempesona banyak wanita salah
satunya adalah istri majikannya yang lebih
dikenal dengan nama Zulaikha. Para ulama
tafsir menyebutkan usia Yusuf AS saat
tinggal di istana berkisar antara 20 – 25
tahun. Jika ditilik dari usianya kita bisa
bayangkan anak muda dengan usianya ini
tentu saat-saatnya syahwat bergejolak
tinggi, terlebih lagi ia hadir di negeri asing
dimana statusnya disana hanya sebagai
seorang budak yang diperjual belikan,
status terendah dalam strata masyarakat
kala itu. Ibnu Taimiyah mengungkapkan,
“Orang asing itu sulit menghindarkan diri
dari perbuatan jahat” , namun ternyata tidak
dengan Nabiyullah Yusuf AS, Yusuf AS
mampu menolak ajakan dari zulaikha
meskipun tak ada siapa-siapa di istana
hanya mereka berdua serta semua pintu-
pintupun sudah ditutup oleh Zulaikha, ia
mampu mencegah dirinya dari ajakan
maksiat dari zulaikha yang kala itu juga
sangat cantik dan menarik. Saat itu Yusuf
berkata “Aku berlindung kepada Allah” , dan
Allahpun menjaga dirinya dari kemaksiatan,
ia lolos dari ujian iman tersebut.
Cinta itu tentang pilihan, dan Yusuf AS
memilih ketaatan kepada Allah SWT, ia
menerima resiko atas penolakan terhadap
majikannya tersebut yang dalam singkat
cerita pada akhirnya Yusuf di penjara.
Jodoh tak akan kemana, Allah punya cara
yang indah untuk mempertemukannya
kembali
Setelah beberapa waktu Yusuf AS menjalani
hukumannya di penjara, tibalah saatnya ia
dibebaskan banyak kisah menarik disini
bermula dari menafsirkan mimpi hingga
akhirnya dipercaya menjadi bendaharawan
negara dan pada akhirnya menjadi raja
menggantikan suami Zulaikha ketika ia
telah meninggal dunia.
Saat inilah Yusuf dan Zulaikhapun bertemu
dan akhirnya menikah. Memang kisah
pernikahan antara Yusuf AS dan Zulaikha ini
tak dimuat dalam Al-qur’an termasuk juga
dengan nama wanitanya sebagai Zulaikha
juga tidak disebutkan dalam Al-quran.
Namun melalui Ulama tafsir salah satunya
adalah Imam ath-Thabari meriwayatkan dari
Muhammad bin Ishaq mencatatkan ada
dialog romantis antara Yusuf AS dan
Zulaikha tatkala mereka telah menikah.
“Bukankah kesempatan seperti ini lebih
baik dan terhormat daripada pertemuan
kita dahulu ketika engkau menggebu-
gebu melampiaskan hasratmu” .
Lalu Ra’il menjawab dengan jawaban
diplomatis dan romantis,
“Wahai orang yang terpercaya,
janganlah engkau memojokkanku
dengan ucapanmu itu, ketika kita
bertemu dulu jujur dan akuilah bahwa di
matamu akupun cantik dan mempesona,
hidup mapan dengan gelar kerajaan dan
segalanya aku punya, namun ketika itu
aku tersiksa karena suamiku tidak mau
menjamah perempuan manapun
termasuk aku, lantas akupun mengakui
dengan sepenuh hatiku akan karunia
Allah yang diberikan atas ketampanan
dan keperkasaan dirimu.”
Nabi Yusuf mendapatkan bahwa Ra’il
(Zulaikha) masih perawan. Mereka menikah
dan dikaruniai dua orang anak laki laki,
Afra’im (Efraim) dan Misya (Manasye).
Sebab ia tak pernah di jamaah oleh Al-Aziz
suaminya semenjak ia menikah.
***
Jodoh tak akan kemana, kalau memang
sudah Allah catatkan berjodoh yakinlah
suatu saat cepat atau lambat Allah akan
pertemukan dengan caranya. Penting
pemahaman ini menjadi renungan untuk kita
bersama terlebih bagi mereka yang masih
sendiri dan dalam masa-masa menanti, kita
bisa saksikan entah berapa banyak laki-laki
dan wanita yang mengorbankan ketaatannya
pada Allah SWT dengan alasan cinta, takut
kehilangan jodohnya, takut jodohnya
diambil orang dan seabrek alasan klise
lainnya. Yusuf AS mengajarkan kita
bagaimana semestinya dalam mencintai,
tak ada larangan kita mencintai manusia
dan lawan jenis akan tetapi perlu diingat
jangan sampai cinta kita pada lawan jenis
menodai ketaatan kita pada Allah SWT,
selalu jadikan Allah yang pertama dan Allah
yang utama InsyaAllah disana kita akan
bersua dengan bahagia.
Sumber gambar ilustrasi : google.com

7 Sunnah Rasulullah yang Paling Utama Dalam Kehidupan Sehari- Hari

Sunnah Rasulullah yang Paling Utama Dalam
Kehidupan Sehari-Hari , , Rasulullah adalah Suri
tauladan terbaik di muka bumi ini,, maha guru yang
patut kita contoh akhlak dan budi pekertinya,,Agar
kita senantiasa menjadi Umat yang benar2 taat dan
berkualitas,,
Beliau adalah Manusia Terpilih yang di pilih untuk
menuntun kita menuju jalan yang lurus,, Maka
apabila kita ingin selamat Dunia Akhirat maka
hendaknya ikutilah langkah2 beliau,, ikuti sunnah2
yang menjadi ketetapan agar menjadikan hidup kita
lebih berarti dan menjadikan kualitas diri lebih
baik, ,tentunya untuk mengejar dunia akhirat yang
kekal abadi,,
Nagh berikut adalah 7 Sunnah Rasulullah yang
Paling Utama Dalam Kehidupan Sehari-Hari ,
hendaknya kita lakukan agarsenantiasa hidup kita
berada di jalan yang lurus dan tidak merugi ketika
sampai hari perhitungan nanti,,

1. Shalat Tahajjud,
Semua rasul, Nabi, kekasih Allah (auliya”) dan para
ulama salaf tidak meninggalkan shalat tahajud. Ini
merupakan ciri orang saleh dan ikhlas. Dalam
rangkai sahabat Ali Bin Thalib menyatakan bahwa,
salah satu dari obatnya hati adalah shalat malam
dan tahajud. Dan Allah S.W.T berfirman : “ Dan
pada sebagian malam hari bertahajudlah kamu
sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah
mudahan Tuhan Mu mengangkat kamu ke tempat
yang terpuji ,” ( Al-Israa’:79)

2. Membaca Al-Quran dengan
Terjemahannya,
Al-Quran merupakan petunjuk dan sumber mata
kehidupan. Al Qur’an merupakan pedoman muslim
untuk hidup dan menjalani kehidupan. Maka
membaca atau tadarus Al-Quran itu penting sekali,
kita tidak hanya disuruh membaca, tetapi juga
memahami dan menghayati artinya serta
dilanjutkan dengan mengamalkan ajaran-ajaran
yang terkandung di dalamnya.

3. Memakmurkan Masjid/Shalat Subuh di
Masjid
Masjid adalah rumah nya Allah. Mesjid adalah
sebuah tempat suci bagi orang-orang yang
senantiasa mensucikan dirinya secara lahir maupun
batin. Masjid merupakan tempat untuk
menggembleng pengalaman-pengalaman ruhani/
spiritual, mengokokohkan iman dan tauhid. Masjid
juga sebagai tempat tinggal landas bagi mi’rajnya
orang-orang beriman. Dalam artian ini, masjid
sebagai tempat menginternalisasikan nilai-nilai
Ilahiyah ke dalam dirinya sebagai modal utama
dalam kehidupan, baik secara individu, dalam
lingkup rumah tangga, masyarkat dan bangsa
bahkan dalam lingkup dunia global.

4. Shalat Dhuha,
Salah satu rahasia Shalat dhuha adalah karena
Shalat Dhuha adalah sedekah.Shalat dhuha adalah
ibadah sunnah yang senantiasa dilakukan Rasullah
Saw.
Setiap amal ibadah yang diperintahkan ataupun
dianjurkan Allah dan Rasul- Nya pasti ada rahasia
yang tersembunyi di dalamnya. Memang kadang
kemampuan akal kita tak dapat menjangkau/
memahaminya. Tapi yang pasti semuanya itu
adalah demi kemasalahatan dan kemanfaatan kita,
manusia. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia
berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,
“ Setiap persendian manusia diwajibkan untuk
bersedakah setiap harinya mulai matahari terbit.
Memisahkan (menyelesaikan perkara) antara dua
orang (yang berselisih) adalah sedekah. Menolong
seseorang naik ke atas kendaraannya atau
mengangkat barang-barangnya ke atas
kendaraannya adalah sedekah. Berkata yang baik
juga termasuk sedekah. Begitu pula setiap langkah
berjalan untuk menunaikan shalat adalah sedekah.
Serta menyingkirkan suatu rintangan dari jalan
adalah shadaqah ”. [HR. Bukhari dan Muslim]
Orang-orang salafush-shaleh pernah bilang “jika
kalian menginginkan kebahagiaan di dunia dan
akherat kelak, maka lakukan shalat dhuha”

5.Bersedekah
Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan
malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang
yang bersedekah setiap hari. Seorang sudah bisa
disebut mukmin yang sebenarnya, jika sudah
bersedekah. Carilah rizki dengan sedekah.
Demikian juga bertaubatlah dengan bersedekah,
jika kita sakit juga hendaknya bersedekah. Banyak
sekali ayat-ayat Al-Quran yang menegaskan dan
memerintahkan akan hal ini. bersedekah
merupakan tolok ukur dan ciri dari orang-orang
yang beriman, shaleh dan bertakwa.

6. Menjaga wudhu terus menerus kerana
Allah menyayangi hamba yang berwudhu.
Nabi saw, senantiasa dalam keadaan wudhu, baik
dalam waktu dan keadaan apapun. Jangan
tinggalkan wudhu. Kalau batal, berwudhulah
kembali. Hal itu merupakan kebutuhan kita sendiri
dalam rangka untuk mendekatkan diri kepada Allah
swt. Kalau kita selalu berwudhu insya Allah akan
selamat dari ikatan dan kegenitan dunia dan
terjaga dari hal-hal yang kotor (kotoran yang
bersifat maupun ruhani). Selanjutnya kita terjaga
dari hal-hal yang tidak bermanfaat dan dari
perbuatan-perbuatan dosa dan tercela. Karena
wudhu merupakan proses pembersihan badan kita
secara silmutan dilanjutkan dalam rangka untuk
pembersihan fitrah dan hati atau rohani kita
Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, “ Orang yang selalu
berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu solat
walau ia sedang tidak solat, dan dijaga oleh
malaikat dengan dua doa, ampuni dosa dan
sayangi dia ya Allah”.

7. Amalkan istighfar setiap saat.
Dengan istighfar masalah yang terjadi kerana dosa
kita akan dijauhkan oleh Allah. istighfar setiap saat
dan dalam segala aktivitas apapun diperintahkan
beristiqfar. Ketika kita mau tidur, mau makan
dalam melakukan suatu pekerjaan, di jalan, di
mobil dan di manapun hendaknya selalu dalam
keadaan beristiqfar. Orang yang kuat istiqfarnya,
maka insting dan kecenderungan rahmatnya
(berguna dan bisa membahagiakan orang lain atau
bahkan makhluk lain) sangat kuat sekali. Ia pun
juga menjadi penuh dengan keutamaan-utamaan,
doanya mustajab dan firasatnya tajam

Nagh itulah ke 7 Sunnah Rasulullah yang Paling
Utama Dalam Kehidupan Sehari-Hari , Semoga kita
senantiasa bisa selalu mengamalkanya agar kita
termasuk orang2 yang beruntung kelak,,

Kisah Rasulullah Memaafkan Wanita Yahudi yang Meracuninya

Muslimahdaily - Diceritakan oleh Anas, salah
satu sahabat Rasulullah shallallahu ‘al
hi
wasallam , bahwa ada seorang wanita Yahudi
datang kepada Rasulullah dengan membawa
seekor kambing (bakar) yang telah diracuni.
Kemudian beliau memakan sebagian darinya.
Lalu Rasulullah mengutus seseorang untuk
memanggil wanita (yang memberi kambing) itu
dan wanita itu pun datang. Rasulullah segera
bertanya kepadanya tentang hal itu.

Wanita itu menjawab, “Saya ingin
membunuhmu.”
Para sahabat berkata, “Perlukah kita membunuh
wanita ini?”
“Jangan!” jawab Rasulullah.
Anas radhiyallahu ‘anhu berkata, “Saya melihat
bekas racun itu senantiasa berada di langit-langit
mulut Rasulullah”
(Hadist Riwayat Al Bukhari, Muslim, Abu Dawud,
Ahmad dan lainnya)
Hadist tersebut menceritakan kejadian setelah
Rasulullah mengalahkan yahudi di Madinah pada
Perang Khaibar. Wanita yahudi tersebut sangat
memusuhi Rasulullah. Ia yakin bahwa dengan
meracuni hidangan untuk Rasulullah maka ia
akan sukses membalas kekalahan yang dialami
oleh Kaum Yahudi.
Saat ditanya alasannya meracuni daging kambing
tersebut, ia tidak membantah bahwa ia ingin
meracuni Rasulullah dan menjawab, “ Saya pikir
jika engkau memang benar seorang nabi, maka
racun tersebut tidak akan berbahaya untukmu.
Namun apabila engkau seorang raja, maka
engkau memang pantas untuk dibunuh”.
Dibanyak negara, jika ada seseorang yang
tertangkap berusaha membunuh pemimpinnya
maka akan ditanggapi secara serius dan akan
mendapatkan hukuman yang sangat berat.
Namun, reaksi Rasulullah saat mendengar alasan
wanita itu justru melarang para sahabat untuk
membunuh wanita tersebut.
Walaupun wanita tersebut tidak dihukum mati
karena telah meracuni makanan Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam, banyak hadist yang
mengatakan bahwa ia dikenakan hukum mati
karena daging kambing beracun itu sebelum
dimakan oleh Rasulullah, dimakan oleh salah
satu sahabat nabi, Bishr Ibn Al-Baraa, hingga
akhirnya ia wafat. Tindakan ini diambil karena
dalam islam pembunuhan tidak dapat ditoleransi.
Walaupun Rasulullah akan selalu memaafkan
segala perlakuan buruk terhadap dirinya, beliau
tetap tidak akan melanggar hukum yang sudah
ditetapkan oleh Allah.
Kisah di atas menunjukan sikap pemaaf
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang patut
kita contoh. Begitu juga dengan sikap beliau
yang selalu memastikan untuk memilih tindakan
yang benar di berbagai situasi. Sebagian orang
berpikir bahwa sikap – sikap Rasulullah dalam
menghadapi berbagai keadaan hanya dapat
diaplikasikan pada urusan agama. Namun, dalam
islam tidak ada perbedaan antara urusan agama
dan ‘dunia’. Semua hal dalam kehidupan seorang
muslim harus mengikuti tuntunan agama. Karena
itu, sikap – sikap rasulullah dalam menghadapi
berbagai situasi dapat menjadi panutan dalam
segala aspek kehidupan.