Jodoh tak akan kemana, mungkin istilah ini
sudah tak asing lagi bagi kita semua. Jika
kita melihat keluar, sangat banyak sekali
orang yang sudah saling mencintai (baca :
pacaran ) dalam jangka waktu yang lama
namun pada akhirnya gagal menikah
padahal sudah saling berjanji, saling
membangun komitmen dan orang tuapun
sudah saling kenal. Namun disisi lain tak
sedikit juga yang awalnya tidak saling
mengenal namun Allah pertemukan dalam
ikatan suci pernikahan, ya mereka berjodoh.
Jodoh tak akan kemana, kalau memang
bukan jodohnya apapun dan bagaimanapun
mengusahakannya Allah selalu punya cara
yang indah untuk tidak mempertemukannya.
Begitu pula sebaliknya, jika memang sudah
berjodoh bagaimanapun jauhnya jarak, tak
mengenal sekalipun Allah juga selalu punya
cara yang indah untuk mempertemukannya.
Jodoh tak akan kemana, ada kisah menarik
yang diabadikan dalam Al-quran yaitu dari
kisah Nabi Yusuf AS. Kita akan memetik
hikmah dari satu episode kehidupan
Nabiyullah Yusuf AS ini yaitu kehidupan
percintaannya.
****
Saat ketaatan pada Allah selalu menjadi
landasan dalam mencinta
“Dan wanita (zulaikha) yang yusuf
tinggal di rumahnya menggoda Yusuf
untuk menundukkan dirinya (kepadanya)
dan dia menutup pintu-pintu, seraya
berkata ‘Marilah kesini, ‘Yusuf berkata,
‘Aku berlindung kepada Allah, sungguh
tuanku telah memperlakukan aku
dengan baik, Sesungguhnya orang –
orang zalim tiada akan
beruntung.” (Q.S : Yusuf : 30)
Yusuf AS, adalah seorang pemuda yang
dikenal sejarah sebagai laki-laki yang
sangat tampan hingga ketampanannya ini
begitu mempesona banyak wanita salah
satunya adalah istri majikannya yang lebih
dikenal dengan nama Zulaikha. Para ulama
tafsir menyebutkan usia Yusuf AS saat
tinggal di istana berkisar antara 20 – 25
tahun. Jika ditilik dari usianya kita bisa
bayangkan anak muda dengan usianya ini
tentu saat-saatnya syahwat bergejolak
tinggi, terlebih lagi ia hadir di negeri asing
dimana statusnya disana hanya sebagai
seorang budak yang diperjual belikan,
status terendah dalam strata masyarakat
kala itu. Ibnu Taimiyah mengungkapkan,
“Orang asing itu sulit menghindarkan diri
dari perbuatan jahat” , namun ternyata tidak
dengan Nabiyullah Yusuf AS, Yusuf AS
mampu menolak ajakan dari zulaikha
meskipun tak ada siapa-siapa di istana
hanya mereka berdua serta semua pintu-
pintupun sudah ditutup oleh Zulaikha, ia
mampu mencegah dirinya dari ajakan
maksiat dari zulaikha yang kala itu juga
sangat cantik dan menarik. Saat itu Yusuf
berkata “Aku berlindung kepada Allah” , dan
Allahpun menjaga dirinya dari kemaksiatan,
ia lolos dari ujian iman tersebut.
Cinta itu tentang pilihan, dan Yusuf AS
memilih ketaatan kepada Allah SWT, ia
menerima resiko atas penolakan terhadap
majikannya tersebut yang dalam singkat
cerita pada akhirnya Yusuf di penjara.
Jodoh tak akan kemana, Allah punya cara
yang indah untuk mempertemukannya
kembali
Setelah beberapa waktu Yusuf AS menjalani
hukumannya di penjara, tibalah saatnya ia
dibebaskan banyak kisah menarik disini
bermula dari menafsirkan mimpi hingga
akhirnya dipercaya menjadi bendaharawan
negara dan pada akhirnya menjadi raja
menggantikan suami Zulaikha ketika ia
telah meninggal dunia.
Saat inilah Yusuf dan Zulaikhapun bertemu
dan akhirnya menikah. Memang kisah
pernikahan antara Yusuf AS dan Zulaikha ini
tak dimuat dalam Al-qur’an termasuk juga
dengan nama wanitanya sebagai Zulaikha
juga tidak disebutkan dalam Al-quran.
Namun melalui Ulama tafsir salah satunya
adalah Imam ath-Thabari meriwayatkan dari
Muhammad bin Ishaq mencatatkan ada
dialog romantis antara Yusuf AS dan
Zulaikha tatkala mereka telah menikah.
“Bukankah kesempatan seperti ini lebih
baik dan terhormat daripada pertemuan
kita dahulu ketika engkau menggebu-
gebu melampiaskan hasratmu” .
Lalu Ra’il menjawab dengan jawaban
diplomatis dan romantis,
“Wahai orang yang terpercaya,
janganlah engkau memojokkanku
dengan ucapanmu itu, ketika kita
bertemu dulu jujur dan akuilah bahwa di
matamu akupun cantik dan mempesona,
hidup mapan dengan gelar kerajaan dan
segalanya aku punya, namun ketika itu
aku tersiksa karena suamiku tidak mau
menjamah perempuan manapun
termasuk aku, lantas akupun mengakui
dengan sepenuh hatiku akan karunia
Allah yang diberikan atas ketampanan
dan keperkasaan dirimu.”
Nabi Yusuf mendapatkan bahwa Ra’il
(Zulaikha) masih perawan. Mereka menikah
dan dikaruniai dua orang anak laki laki,
Afra’im (Efraim) dan Misya (Manasye).
Sebab ia tak pernah di jamaah oleh Al-Aziz
suaminya semenjak ia menikah.
***
Jodoh tak akan kemana, kalau memang
sudah Allah catatkan berjodoh yakinlah
suatu saat cepat atau lambat Allah akan
pertemukan dengan caranya. Penting
pemahaman ini menjadi renungan untuk kita
bersama terlebih bagi mereka yang masih
sendiri dan dalam masa-masa menanti, kita
bisa saksikan entah berapa banyak laki-laki
dan wanita yang mengorbankan ketaatannya
pada Allah SWT dengan alasan cinta, takut
kehilangan jodohnya, takut jodohnya
diambil orang dan seabrek alasan klise
lainnya. Yusuf AS mengajarkan kita
bagaimana semestinya dalam mencintai,
tak ada larangan kita mencintai manusia
dan lawan jenis akan tetapi perlu diingat
jangan sampai cinta kita pada lawan jenis
menodai ketaatan kita pada Allah SWT,
selalu jadikan Allah yang pertama dan Allah
yang utama InsyaAllah disana kita akan
bersua dengan bahagia.
Sumber gambar ilustrasi : google.com
Jumat, 03 Februari 2017
7 Sunnah Rasulullah yang Paling Utama Dalam Kehidupan Sehari- Hari
Sunnah Rasulullah yang Paling Utama Dalam
Kehidupan Sehari-Hari , , Rasulullah adalah Suri
tauladan terbaik di muka bumi ini,, maha guru yang
patut kita contoh akhlak dan budi pekertinya,,Agar
kita senantiasa menjadi Umat yang benar2 taat dan
berkualitas,,
Beliau adalah Manusia Terpilih yang di pilih untuk
menuntun kita menuju jalan yang lurus,, Maka
apabila kita ingin selamat Dunia Akhirat maka
hendaknya ikutilah langkah2 beliau,, ikuti sunnah2
yang menjadi ketetapan agar menjadikan hidup kita
lebih berarti dan menjadikan kualitas diri lebih
baik, ,tentunya untuk mengejar dunia akhirat yang
kekal abadi,,
Nagh berikut adalah 7 Sunnah Rasulullah yang
Paling Utama Dalam Kehidupan Sehari-Hari ,
hendaknya kita lakukan agarsenantiasa hidup kita
berada di jalan yang lurus dan tidak merugi ketika
sampai hari perhitungan nanti,,
1. Shalat Tahajjud,
Semua rasul, Nabi, kekasih Allah (auliya”) dan para
ulama salaf tidak meninggalkan shalat tahajud. Ini
merupakan ciri orang saleh dan ikhlas. Dalam
rangkai sahabat Ali Bin Thalib menyatakan bahwa,
salah satu dari obatnya hati adalah shalat malam
dan tahajud. Dan Allah S.W.T berfirman : “ Dan
pada sebagian malam hari bertahajudlah kamu
sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah
mudahan Tuhan Mu mengangkat kamu ke tempat
yang terpuji ,” ( Al-Israa’:79)
2. Membaca Al-Quran dengan
Terjemahannya,
Al-Quran merupakan petunjuk dan sumber mata
kehidupan. Al Qur’an merupakan pedoman muslim
untuk hidup dan menjalani kehidupan. Maka
membaca atau tadarus Al-Quran itu penting sekali,
kita tidak hanya disuruh membaca, tetapi juga
memahami dan menghayati artinya serta
dilanjutkan dengan mengamalkan ajaran-ajaran
yang terkandung di dalamnya.
3. Memakmurkan Masjid/Shalat Subuh di
Masjid
Masjid adalah rumah nya Allah. Mesjid adalah
sebuah tempat suci bagi orang-orang yang
senantiasa mensucikan dirinya secara lahir maupun
batin. Masjid merupakan tempat untuk
menggembleng pengalaman-pengalaman ruhani/
spiritual, mengokokohkan iman dan tauhid. Masjid
juga sebagai tempat tinggal landas bagi mi’rajnya
orang-orang beriman. Dalam artian ini, masjid
sebagai tempat menginternalisasikan nilai-nilai
Ilahiyah ke dalam dirinya sebagai modal utama
dalam kehidupan, baik secara individu, dalam
lingkup rumah tangga, masyarkat dan bangsa
bahkan dalam lingkup dunia global.
4. Shalat Dhuha,
Salah satu rahasia Shalat dhuha adalah karena
Shalat Dhuha adalah sedekah.Shalat dhuha adalah
ibadah sunnah yang senantiasa dilakukan Rasullah
Saw.
Setiap amal ibadah yang diperintahkan ataupun
dianjurkan Allah dan Rasul- Nya pasti ada rahasia
yang tersembunyi di dalamnya. Memang kadang
kemampuan akal kita tak dapat menjangkau/
memahaminya. Tapi yang pasti semuanya itu
adalah demi kemasalahatan dan kemanfaatan kita,
manusia. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia
berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,
“ Setiap persendian manusia diwajibkan untuk
bersedakah setiap harinya mulai matahari terbit.
Memisahkan (menyelesaikan perkara) antara dua
orang (yang berselisih) adalah sedekah. Menolong
seseorang naik ke atas kendaraannya atau
mengangkat barang-barangnya ke atas
kendaraannya adalah sedekah. Berkata yang baik
juga termasuk sedekah. Begitu pula setiap langkah
berjalan untuk menunaikan shalat adalah sedekah.
Serta menyingkirkan suatu rintangan dari jalan
adalah shadaqah ”. [HR. Bukhari dan Muslim]
Orang-orang salafush-shaleh pernah bilang “jika
kalian menginginkan kebahagiaan di dunia dan
akherat kelak, maka lakukan shalat dhuha”
5.Bersedekah
Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan
malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang
yang bersedekah setiap hari. Seorang sudah bisa
disebut mukmin yang sebenarnya, jika sudah
bersedekah. Carilah rizki dengan sedekah.
Demikian juga bertaubatlah dengan bersedekah,
jika kita sakit juga hendaknya bersedekah. Banyak
sekali ayat-ayat Al-Quran yang menegaskan dan
memerintahkan akan hal ini. bersedekah
merupakan tolok ukur dan ciri dari orang-orang
yang beriman, shaleh dan bertakwa.
6. Menjaga wudhu terus menerus kerana
Allah menyayangi hamba yang berwudhu.
Nabi saw, senantiasa dalam keadaan wudhu, baik
dalam waktu dan keadaan apapun. Jangan
tinggalkan wudhu. Kalau batal, berwudhulah
kembali. Hal itu merupakan kebutuhan kita sendiri
dalam rangka untuk mendekatkan diri kepada Allah
swt. Kalau kita selalu berwudhu insya Allah akan
selamat dari ikatan dan kegenitan dunia dan
terjaga dari hal-hal yang kotor (kotoran yang
bersifat maupun ruhani). Selanjutnya kita terjaga
dari hal-hal yang tidak bermanfaat dan dari
perbuatan-perbuatan dosa dan tercela. Karena
wudhu merupakan proses pembersihan badan kita
secara silmutan dilanjutkan dalam rangka untuk
pembersihan fitrah dan hati atau rohani kita
Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, “ Orang yang selalu
berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu solat
walau ia sedang tidak solat, dan dijaga oleh
malaikat dengan dua doa, ampuni dosa dan
sayangi dia ya Allah”.
7. Amalkan istighfar setiap saat.
Dengan istighfar masalah yang terjadi kerana dosa
kita akan dijauhkan oleh Allah. istighfar setiap saat
dan dalam segala aktivitas apapun diperintahkan
beristiqfar. Ketika kita mau tidur, mau makan
dalam melakukan suatu pekerjaan, di jalan, di
mobil dan di manapun hendaknya selalu dalam
keadaan beristiqfar. Orang yang kuat istiqfarnya,
maka insting dan kecenderungan rahmatnya
(berguna dan bisa membahagiakan orang lain atau
bahkan makhluk lain) sangat kuat sekali. Ia pun
juga menjadi penuh dengan keutamaan-utamaan,
doanya mustajab dan firasatnya tajam
Nagh itulah ke 7 Sunnah Rasulullah yang Paling
Utama Dalam Kehidupan Sehari-Hari , Semoga kita
senantiasa bisa selalu mengamalkanya agar kita
termasuk orang2 yang beruntung kelak,,
Kehidupan Sehari-Hari , , Rasulullah adalah Suri
tauladan terbaik di muka bumi ini,, maha guru yang
patut kita contoh akhlak dan budi pekertinya,,Agar
kita senantiasa menjadi Umat yang benar2 taat dan
berkualitas,,
Beliau adalah Manusia Terpilih yang di pilih untuk
menuntun kita menuju jalan yang lurus,, Maka
apabila kita ingin selamat Dunia Akhirat maka
hendaknya ikutilah langkah2 beliau,, ikuti sunnah2
yang menjadi ketetapan agar menjadikan hidup kita
lebih berarti dan menjadikan kualitas diri lebih
baik, ,tentunya untuk mengejar dunia akhirat yang
kekal abadi,,
Nagh berikut adalah 7 Sunnah Rasulullah yang
Paling Utama Dalam Kehidupan Sehari-Hari ,
hendaknya kita lakukan agarsenantiasa hidup kita
berada di jalan yang lurus dan tidak merugi ketika
sampai hari perhitungan nanti,,
1. Shalat Tahajjud,
Semua rasul, Nabi, kekasih Allah (auliya”) dan para
ulama salaf tidak meninggalkan shalat tahajud. Ini
merupakan ciri orang saleh dan ikhlas. Dalam
rangkai sahabat Ali Bin Thalib menyatakan bahwa,
salah satu dari obatnya hati adalah shalat malam
dan tahajud. Dan Allah S.W.T berfirman : “ Dan
pada sebagian malam hari bertahajudlah kamu
sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah
mudahan Tuhan Mu mengangkat kamu ke tempat
yang terpuji ,” ( Al-Israa’:79)
2. Membaca Al-Quran dengan
Terjemahannya,
Al-Quran merupakan petunjuk dan sumber mata
kehidupan. Al Qur’an merupakan pedoman muslim
untuk hidup dan menjalani kehidupan. Maka
membaca atau tadarus Al-Quran itu penting sekali,
kita tidak hanya disuruh membaca, tetapi juga
memahami dan menghayati artinya serta
dilanjutkan dengan mengamalkan ajaran-ajaran
yang terkandung di dalamnya.
3. Memakmurkan Masjid/Shalat Subuh di
Masjid
Masjid adalah rumah nya Allah. Mesjid adalah
sebuah tempat suci bagi orang-orang yang
senantiasa mensucikan dirinya secara lahir maupun
batin. Masjid merupakan tempat untuk
menggembleng pengalaman-pengalaman ruhani/
spiritual, mengokokohkan iman dan tauhid. Masjid
juga sebagai tempat tinggal landas bagi mi’rajnya
orang-orang beriman. Dalam artian ini, masjid
sebagai tempat menginternalisasikan nilai-nilai
Ilahiyah ke dalam dirinya sebagai modal utama
dalam kehidupan, baik secara individu, dalam
lingkup rumah tangga, masyarkat dan bangsa
bahkan dalam lingkup dunia global.
4. Shalat Dhuha,
Salah satu rahasia Shalat dhuha adalah karena
Shalat Dhuha adalah sedekah.Shalat dhuha adalah
ibadah sunnah yang senantiasa dilakukan Rasullah
Saw.
Setiap amal ibadah yang diperintahkan ataupun
dianjurkan Allah dan Rasul- Nya pasti ada rahasia
yang tersembunyi di dalamnya. Memang kadang
kemampuan akal kita tak dapat menjangkau/
memahaminya. Tapi yang pasti semuanya itu
adalah demi kemasalahatan dan kemanfaatan kita,
manusia. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia
berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,
“ Setiap persendian manusia diwajibkan untuk
bersedakah setiap harinya mulai matahari terbit.
Memisahkan (menyelesaikan perkara) antara dua
orang (yang berselisih) adalah sedekah. Menolong
seseorang naik ke atas kendaraannya atau
mengangkat barang-barangnya ke atas
kendaraannya adalah sedekah. Berkata yang baik
juga termasuk sedekah. Begitu pula setiap langkah
berjalan untuk menunaikan shalat adalah sedekah.
Serta menyingkirkan suatu rintangan dari jalan
adalah shadaqah ”. [HR. Bukhari dan Muslim]
Orang-orang salafush-shaleh pernah bilang “jika
kalian menginginkan kebahagiaan di dunia dan
akherat kelak, maka lakukan shalat dhuha”
5.Bersedekah
Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan
malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang
yang bersedekah setiap hari. Seorang sudah bisa
disebut mukmin yang sebenarnya, jika sudah
bersedekah. Carilah rizki dengan sedekah.
Demikian juga bertaubatlah dengan bersedekah,
jika kita sakit juga hendaknya bersedekah. Banyak
sekali ayat-ayat Al-Quran yang menegaskan dan
memerintahkan akan hal ini. bersedekah
merupakan tolok ukur dan ciri dari orang-orang
yang beriman, shaleh dan bertakwa.
6. Menjaga wudhu terus menerus kerana
Allah menyayangi hamba yang berwudhu.
Nabi saw, senantiasa dalam keadaan wudhu, baik
dalam waktu dan keadaan apapun. Jangan
tinggalkan wudhu. Kalau batal, berwudhulah
kembali. Hal itu merupakan kebutuhan kita sendiri
dalam rangka untuk mendekatkan diri kepada Allah
swt. Kalau kita selalu berwudhu insya Allah akan
selamat dari ikatan dan kegenitan dunia dan
terjaga dari hal-hal yang kotor (kotoran yang
bersifat maupun ruhani). Selanjutnya kita terjaga
dari hal-hal yang tidak bermanfaat dan dari
perbuatan-perbuatan dosa dan tercela. Karena
wudhu merupakan proses pembersihan badan kita
secara silmutan dilanjutkan dalam rangka untuk
pembersihan fitrah dan hati atau rohani kita
Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, “ Orang yang selalu
berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu solat
walau ia sedang tidak solat, dan dijaga oleh
malaikat dengan dua doa, ampuni dosa dan
sayangi dia ya Allah”.
7. Amalkan istighfar setiap saat.
Dengan istighfar masalah yang terjadi kerana dosa
kita akan dijauhkan oleh Allah. istighfar setiap saat
dan dalam segala aktivitas apapun diperintahkan
beristiqfar. Ketika kita mau tidur, mau makan
dalam melakukan suatu pekerjaan, di jalan, di
mobil dan di manapun hendaknya selalu dalam
keadaan beristiqfar. Orang yang kuat istiqfarnya,
maka insting dan kecenderungan rahmatnya
(berguna dan bisa membahagiakan orang lain atau
bahkan makhluk lain) sangat kuat sekali. Ia pun
juga menjadi penuh dengan keutamaan-utamaan,
doanya mustajab dan firasatnya tajam
Nagh itulah ke 7 Sunnah Rasulullah yang Paling
Utama Dalam Kehidupan Sehari-Hari , Semoga kita
senantiasa bisa selalu mengamalkanya agar kita
termasuk orang2 yang beruntung kelak,,
Kisah Rasulullah Memaafkan Wanita Yahudi yang Meracuninya
Muslimahdaily - Diceritakan oleh Anas, salah
satu sahabat Rasulullah shallallahu ‘al
hi
wasallam , bahwa ada seorang wanita Yahudi
datang kepada Rasulullah dengan membawa
seekor kambing (bakar) yang telah diracuni.
Kemudian beliau memakan sebagian darinya.
Lalu Rasulullah mengutus seseorang untuk
memanggil wanita (yang memberi kambing) itu
dan wanita itu pun datang. Rasulullah segera
bertanya kepadanya tentang hal itu.
Wanita itu menjawab, “Saya ingin
membunuhmu.”
Para sahabat berkata, “Perlukah kita membunuh
wanita ini?”
“Jangan!” jawab Rasulullah.
Anas radhiyallahu ‘anhu berkata, “Saya melihat
bekas racun itu senantiasa berada di langit-langit
mulut Rasulullah”
(Hadist Riwayat Al Bukhari, Muslim, Abu Dawud,
Ahmad dan lainnya)
Hadist tersebut menceritakan kejadian setelah
Rasulullah mengalahkan yahudi di Madinah pada
Perang Khaibar. Wanita yahudi tersebut sangat
memusuhi Rasulullah. Ia yakin bahwa dengan
meracuni hidangan untuk Rasulullah maka ia
akan sukses membalas kekalahan yang dialami
oleh Kaum Yahudi.
Saat ditanya alasannya meracuni daging kambing
tersebut, ia tidak membantah bahwa ia ingin
meracuni Rasulullah dan menjawab, “ Saya pikir
jika engkau memang benar seorang nabi, maka
racun tersebut tidak akan berbahaya untukmu.
Namun apabila engkau seorang raja, maka
engkau memang pantas untuk dibunuh”.
Dibanyak negara, jika ada seseorang yang
tertangkap berusaha membunuh pemimpinnya
maka akan ditanggapi secara serius dan akan
mendapatkan hukuman yang sangat berat.
Namun, reaksi Rasulullah saat mendengar alasan
wanita itu justru melarang para sahabat untuk
membunuh wanita tersebut.
Walaupun wanita tersebut tidak dihukum mati
karena telah meracuni makanan Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam, banyak hadist yang
mengatakan bahwa ia dikenakan hukum mati
karena daging kambing beracun itu sebelum
dimakan oleh Rasulullah, dimakan oleh salah
satu sahabat nabi, Bishr Ibn Al-Baraa, hingga
akhirnya ia wafat. Tindakan ini diambil karena
dalam islam pembunuhan tidak dapat ditoleransi.
Walaupun Rasulullah akan selalu memaafkan
segala perlakuan buruk terhadap dirinya, beliau
tetap tidak akan melanggar hukum yang sudah
ditetapkan oleh Allah.
Kisah di atas menunjukan sikap pemaaf
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang patut
kita contoh. Begitu juga dengan sikap beliau
yang selalu memastikan untuk memilih tindakan
yang benar di berbagai situasi. Sebagian orang
berpikir bahwa sikap – sikap Rasulullah dalam
menghadapi berbagai keadaan hanya dapat
diaplikasikan pada urusan agama. Namun, dalam
islam tidak ada perbedaan antara urusan agama
dan ‘dunia’. Semua hal dalam kehidupan seorang
muslim harus mengikuti tuntunan agama. Karena
itu, sikap – sikap rasulullah dalam menghadapi
berbagai situasi dapat menjadi panutan dalam
segala aspek kehidupan.
satu sahabat Rasulullah shallallahu ‘al
hi
wasallam , bahwa ada seorang wanita Yahudi
datang kepada Rasulullah dengan membawa
seekor kambing (bakar) yang telah diracuni.
Kemudian beliau memakan sebagian darinya.
Lalu Rasulullah mengutus seseorang untuk
memanggil wanita (yang memberi kambing) itu
dan wanita itu pun datang. Rasulullah segera
bertanya kepadanya tentang hal itu.
Wanita itu menjawab, “Saya ingin
membunuhmu.”
Para sahabat berkata, “Perlukah kita membunuh
wanita ini?”
“Jangan!” jawab Rasulullah.
Anas radhiyallahu ‘anhu berkata, “Saya melihat
bekas racun itu senantiasa berada di langit-langit
mulut Rasulullah”
(Hadist Riwayat Al Bukhari, Muslim, Abu Dawud,
Ahmad dan lainnya)
Hadist tersebut menceritakan kejadian setelah
Rasulullah mengalahkan yahudi di Madinah pada
Perang Khaibar. Wanita yahudi tersebut sangat
memusuhi Rasulullah. Ia yakin bahwa dengan
meracuni hidangan untuk Rasulullah maka ia
akan sukses membalas kekalahan yang dialami
oleh Kaum Yahudi.
Saat ditanya alasannya meracuni daging kambing
tersebut, ia tidak membantah bahwa ia ingin
meracuni Rasulullah dan menjawab, “ Saya pikir
jika engkau memang benar seorang nabi, maka
racun tersebut tidak akan berbahaya untukmu.
Namun apabila engkau seorang raja, maka
engkau memang pantas untuk dibunuh”.
Dibanyak negara, jika ada seseorang yang
tertangkap berusaha membunuh pemimpinnya
maka akan ditanggapi secara serius dan akan
mendapatkan hukuman yang sangat berat.
Namun, reaksi Rasulullah saat mendengar alasan
wanita itu justru melarang para sahabat untuk
membunuh wanita tersebut.
Walaupun wanita tersebut tidak dihukum mati
karena telah meracuni makanan Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam, banyak hadist yang
mengatakan bahwa ia dikenakan hukum mati
karena daging kambing beracun itu sebelum
dimakan oleh Rasulullah, dimakan oleh salah
satu sahabat nabi, Bishr Ibn Al-Baraa, hingga
akhirnya ia wafat. Tindakan ini diambil karena
dalam islam pembunuhan tidak dapat ditoleransi.
Walaupun Rasulullah akan selalu memaafkan
segala perlakuan buruk terhadap dirinya, beliau
tetap tidak akan melanggar hukum yang sudah
ditetapkan oleh Allah.
Kisah di atas menunjukan sikap pemaaf
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang patut
kita contoh. Begitu juga dengan sikap beliau
yang selalu memastikan untuk memilih tindakan
yang benar di berbagai situasi. Sebagian orang
berpikir bahwa sikap – sikap Rasulullah dalam
menghadapi berbagai keadaan hanya dapat
diaplikasikan pada urusan agama. Namun, dalam
islam tidak ada perbedaan antara urusan agama
dan ‘dunia’. Semua hal dalam kehidupan seorang
muslim harus mengikuti tuntunan agama. Karena
itu, sikap – sikap rasulullah dalam menghadapi
berbagai situasi dapat menjadi panutan dalam
segala aspek kehidupan.
Langganan:
Postingan (Atom)


